Apakah Persebaya Tak Cukup Oke Untuk Jadi Juara BRI Liga 1? Cek 3 Fakta Ini
LIGABOLA - Persebaya Surabaya berhasil menjaga persaingan papan atas setelah menaklukkan Persik Kediri pada pekan ke-30 BRI Liga 1 2021/22 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Kamis (10/3/2022) petang.
Taisei Marukawa yang sengaja disimpan di babak pertama, berhasil mencetak satu-satunya gol di pertandingan tersebut. Tambahan tiga poin berhasil mengantar Persebaya ke posisi ketiga.Mereka berhasil menyalip Arema FC yang takluk dari rival papan atas lainnya, Persib Bandung.Tetapi, anak asuh Aji Santoso ini masih tertinggal delapan poin dari Bali United yang berada di puncak klasemen.Dengan sisa empat pertandingan, segala kemungkinan memang masih bisa terjadi.
Secara teknis, mereka masih bisa menyodok ke singgasana klasemen pada akhir musim nanti. Apalagi, mereka memiliki bekal sebagai tim tersubur kedua setelah Bali United.
Namun, Bola.com melihat ada beberapa faktor yang mungkin akan menghambat langkah Persebaya Surabaya menjadi yang terbaik musim ini. Apa saja rintangan tersebut? Berikut ulasan selengkapnya.
Gagal Rekrut Striker Tajam
Sebuah perjudian besar dilakukan Persebaya Surabaya saat mendatangkan Arsenio Valpoort pada paruh musim lalu. Mereka rela 'menyingkirkan' Jose Wilkson yang telah mencetak enam gol di putaran pertama, demi memberikan tempat kepadanya.
Pemain asal Belanda itu memang didatangkan secara khusus untuk meningkatkan ketajaman Persebaya. Sayangnya, permainannya di atas lapangan justru berbicara sebaliknya.
Dalam 10 pertandingan yang dijalani, pemain berusia 29 tahun itu baru mencetak satu gol. Keputusan membawanya ke Kota Pahlawan bisa dibilang sebuah blunder dan menjadi salah satu faktor yang menghambat Persebaya juara.
Kedalaman Skuad Tak Merata
Berbagai cobaan harus dirasakan Persebaya saat mengarungi kompetisi musim ini. Paling 'konyol' tentu pemanggilan pemain ke tim nasional (timnas) Indonesia saat kompetisi tengah berlangsung.
Beruntung, Arif Satria dkk. tak langsung limbung saat beberapa pemain mendapat panggilan negara. Beberapa nama seperti Marselino Ferdinan dan Andhika Ramadhani sangat bisa diandalkan.
Namun, hal berbeda terjadi saat pos bek sayap kehilangan pemain terbaiknya. Frank Rikhard Sokoy dan Arizky Wahyu berulang kali menjadi bulan-bulanan winger lawan. Tak heran bila Bonek, loyalis Persebaya mempertanyakan kualitas keduanya.
Tak Punya Plan B Saat Taisei Marukawa Absen
Tak bisa dimungkiri, Taisei Marukawan merupakan pemain terbaik Persebaya saat ini. Meskipun berposisi sebagai winger, pemain asal Jepang itu menjadi motor serangan klub berjuluk Green Force tersebut.
Dari 50 gol yang telah diciptakan Persebaya, separuh diantaranya tercipta berkat kreasinya. 16 gol dan sembilan assist yang dibuatnya menjadi 'satu-satunya' alasan Persebaya masih bersaing di perebutan juara.
Tak heran bila kekuatan Persebaya mendadak pincang saat dirinya absen. Dalam dua pertandingan tanpa kehadirannya, Persebaya kebingungan dalam menyerang dan pada akhirnya takluk atas Borneo FC dan Persipura Jayapura.
Comments
Post a Comment